Langsung ke konten utama

Tafsir ringkas kemenag ri surat al baqarah ayat 198

 

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Baqarah Ayat198

Bukanlah suatu dosa bagimu mencari karunia dari tuhanmu beru-pa rezeki yang halal melalui berdagang, menawarkan jasa, dan menyewakan barang. Di antara kaum muslim ada yang merasa berdosa untuk berdagang dan mencari rezeki yang halal pada musim haji, padahal Allah membolehkannya dengan cara-cara yang diatur dalam Al-Qur'an. Maka apabila kamu bertolak dari arafah setelah wukuf, sejak matahari terbenam pada tanggal 9 zulhijah dan sudah sampai di muzdalifah, maka berzikirlah kepada Allah di masy'arilharam, yakni di muzdalifah, dengan tahlil, talbiah, takbir, dan tahmid. Dan berzikirlah kepada-Nya sebagaimana dia telah memberi petunjuk kepadamu mengikuti agama yang benar, keyakinan yang kukuh, ibadah yang istikamah, dan akhlak yang mulia, sekalipun sebelumnya kamu benar-benar termasuk orang yang tidak tahu. Zikir itu merupakan rasa syukur atas nikmat Allah yang telah membimbing para jamaah haji menjadi orang-orang berimankemudian bertolaklah kamu dari tempat orang banyak bertolak, yakni dari arafah setelah wukuf menuju masyarilharam, muzdalifah, mina, dan mekah, dan mohonlah ampunan kepada Allah di tempat-tempat tersebut dari semua dosa yang pernah dilakukan. Sungguh, Allah maha pengampun, maha penyayang kepada orang yang tobat dan memohon ampun. Orang arab jahiliah ketika menunaikan ibadah haji merasa tidak perlu mengikuti cara-cara orang banyak berwukuf di arafah, bermalam di muzdalifah, dan melempar jamrah, padahal semuanya berasal dari manasik haji yang dicontohkan oleh nabi ibrahim. Mereka meyakini bahwa tidak keluar dari mekah merupakan penghormatan terhadap kakbah dan tanah haram. Al-qur'an meluruskan hal ini, menegaskan bahwa tidak ada perbedaan dalam tata cara ibadah antara satu golongan dengan golongan yang lain. Prinsip ibadah adalah menaati perintah Allah dan mengikuti aturan-Nyadengan ikhlas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tafsir ringkas tentang bisnis surat as shaff ayat 10

 Al Quran tafsir ringkas tentang bisnis as shaff ayat 10 يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَٰرَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanụ hal adullukum 'alā tijāratin tunjīkum min 'ażābin alīm Artinya: Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? Wahai orang-orang yang beriman di mana pun dan pada zaman apa pun kamu hidup! maukah kamu aku tunjukkan melalui bimbingan rasulullah suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih di akhirat'11. Bisnis yang menyelamatkan manusia dari azab itu adalah kamu beriman kepada Allah dan rasul-Nya dengan mantap dan kokoh dan berjihad di jalan Allah, yaitu berusaha sekuat tenaga untuk mengharumkan islam dan kaum muslim, serta membela hak, martabat dan kehormatan kaum muslim dari serangan musuh-Musuh islam dengan harta dan jiwa kamu hingga kamu mati syahid. Itulah yang lebih baik bag

Al Quran Tadabur memahami makna setiap ayat al quran

  TADABUR Terjemahan & Tajwid Berwarna A5 : Rp.89.000   Al-Qur`an Tadabur adalah Al-Qur`an yang dilelngkapi dengan fitur pembahasan seni keindahan bahasa dalam Al-Qur`an, hadis fadilah, dan juga dilengkapi dengan panduan renungan diri terhadap pesan-pesan yang disampaikan ayat Al-Qur`an dengan bahasa yang singkat pada setiap halamannya. Tujuannya membantu pembaca menikmati serta memahai lebih dalam rahasia keindahan bahasa Al-Qur`an dan menadaburi makna dan maksud ayat-ayat Al-Qur`an. Ukuran : A5 Kertas cover : Hard Cover Lux Kertas isi : Full color QPP Keunggulan Keunggulan Al-Qurán Tadabur Kolom centang amal Tajwid Warna Terjemah Amal Tadabur Hadis Fadhilah Varian Warna Al-Quran Tadabur Hadir dengan 4 Varian warna

Pengertian tadabur alquran dan manfaatnya

Apa itu Tadabur Al Quran Secara bahasa, tadabur berarti melihat dan memperhatikan kesudahan segala urusan dan bagaimana akhirnya. Al-Alusi dalam tafsirnya Ruh al-Ma’ani menjelaskan, pada dasarnya tadabur berarti memikirkan secara mendalam kesudahan sesuatu urusan dan akibat-akibat yang ditimbulkannya. Ibnu al-Qayyim juga menjelaskan, yang dimaksud dengan menadaburi suatu perkataan adalah melihat dan memperhatikan perkataan itu dari awal dan akhir perkataan kemudian mengulang-ulangi hal itu. Adapun yang dimaksud dengan  tadabur Alquran  adalah menggunakan ketajaman mata hati lewat proses perenungan mendalam secara berulang-ulang agar dapat menangkap pesan-pesan Alquran yang terdalam dan mencapai tujuan maknanya yang terjauh. Ibnu al-Qayimm dalam kitabnya al-Fawaid mengatakan, “Jika engkau ingin mengambil manfaat dari Alquran maka pusatkanlah hatimu ketika membaca dan mendengarkannya, fokuskanlah pendengaranmu dan hadirlah seperti seseorang yang sedang diajak bicara oleh Allah SWT.